BA (Business Analyst)?
June 18, 2010 at 3:23 pm 4 comments
Berikut ini adalah email yang di berikan oleh senior saya Mrs. JK waktu saya pertama kali masuk ke BA ( Business Analyst). Saya posting disini, semoga bermanfaat buat temen2 yang ingin mengenal lebih jauh mengenai BA.
Dear All,
Berikut saya share lagi beberapa tips untuk mendukung role seorang business analyst. Kemarin saya sudah kirim beberapa materi, kalau ada yang mau ditanya, silakan yach. Jangan ragu-ragu J kalau ada masukan maupun feedback juga ditunggu.
Business Analyst / business consultant / consultant –> ini adalah terminologi yang sering dikaitkan dengan posisi BA. Bersamaan dengan jabatannya, beberapa skills yang perlu diasah sebagai seorang consultant/analyst adalah demikian (ga terbatas ini aja):
Listening –> mendengarkan lawan bicara.
- Menuliskan kembali penjelasan dari lawan bicara
- Menangkap intisari/ maksud dari lawan bicara
- Fasilitasi. Skill ini penting sekali terutama pada saat kita interview. Kita harus bisa membuat mereka mengeluarkan apa yang mau kita capai.
- Drive. Usahakan pada diskusi, kita sudah siap, jadi kita bisa memimpin diskusi.
- Proaktif. Kalau ada bahan kurang, ada yang tidak jelas, kita harus mengejar dan follow up.
Selain itu, seorang BA / BC juga harus dapat berlaku seperti
1. Reporter/penulis berita
Seorang reporter memiliki kemampuan untuk menulis berita dari berbagai sektor padahal dia sendiri tidak kuliah maupun pemain di sektor tersebut. Kesamaan dengan kita, kita itu memiliki kemampuan di bidang IT. Tapi kalau project yang berdatangan dari berbagai industri, bisa farmasi, perbankan, rumah sakit, dll. Sedangkan kita sendiri awam dan tidak paham dengan industri tersebut. Kita harus bisa seperti reporter tersebut. Beberapa caranya:
a. Search di internet mengenai informasi yang diperlukan. Ini bisa jadi bahan pas lagi meeting, buat proposal. Jadi kita ada persiapan dan menambah ilmu kita
b. Interview/cari temen di bidang itu
c. Dll. Tidak terbatas
2. Menteri/Negarawan
Kalau diperhatikan, jarang sekali menteri/politikus/negarawan yang gampang sekali tertebak emosinya. Dalam keadaan perang atau abis gempa pun, raut ekspresi mereka tetap terkendali. Demikian pula kita, meski tiba” klien ngamuk, server kesirem bakso, kita harus bisa mengendalikan perasaan kita. Kita tunjukkan concern kita dengan cara berusaha mencari solusi, jangan ikutan ngamuk or stress
3. Public relation
Karena seorang BA biasa jadi juru tengah antara klien – developer. Di depan keduanya, kita harus dapat memainkan peran yang baik. Kita memastikan kalau tujuan proyek dapat ter-deliver dengan mengirimkan informasi-informasi yang tepat dan sesuai ke si penerima.
Terakhir, biasakan setiap aktivitas kita dan segala sesuatu hasil diskusi dengan klien dicatat, baik di email maupun di memo.
Entry filed under: Informasi. Tags: .
1.
osman | July 1, 2010 at 7:45 pm
Well, saya selalu tertarik dengan artikel yang membahas mengenai profesi BA ini di Indonesia. Terus terang, begitu sedikit literatur lokal khususnya dari para praktisi maupun akademisi yang mengupas mengenai profesi yang satu ini.
Pada dasarnya saya setuju dengan yang mbak irma sampaikan tersebut mengenai peran dari seorang BA atau Fungsi Business Analysis, khususnya dalam konteks suatu pengembangan SI/TI.
Namun jika boleh saya tambahkan, yang mba Irma sampaikan itu hanyalah salah satu Soft Competence yang harus dimiliki oleh fungsi BA yakni kemampuan berkomunikasi, baik dalam lisan maupun tulisan. Memang kompetensi tersebutlah yang mutlak harus dimiliki dan paling dominan jika dibandingkan dengan fungsi2 lain yang terdapat di dunia SI/TI (System Analyst, Lead Programmer, dsb.)
Sayangnya, saya belum pernah mendapatkan atau menemui suatu komunitas BA di Indonesia yang mana kita dapat bertukar pikiran dan berbagi khususnya mengenai Hard Competence dari seorang BA. Dalam BABOK (Business Analyst Body of Knowledge), tingkatan BA terbagi atas 4 (terendah-tertinggi): associate, intermediate, senior dan strategic. Perbedaan dari setiap tingkatan tersebut terletak kepada hard competence nya dan, yang tak dapat dipungkiri, adalah masalah jam terbang.
Just sharing, salah satu hard competence yang harus dimiliki dari seorang BA, adalah pemahaman yang mendalam akan suatu ‘bisnis perusahaan’. Dengan kata lain, seorang BA harus memahami batasan-batasan domain fungsi bisnis yang terdapat di dalam perusahaan (dalam konteks ideal). Tidak dimilikinya pengetahuan tersebut dapat berdampak terhadap ketidakakuratan terhadap penafsiran atas requirements yang diajukan oleh pihak user.
Itu aja dulu kali ya mba Irma…..
Osman
2.
irmayaninurlatifah | July 2, 2010 at 11:45 am
Setuju sekali mas osman. BA harus memahami (atau minimal mau belajar memahami) bisnis proses sebuah perusahaan, lebih2 bisnis proses untuk project yang sedang ditangani. Apalagi kalau ketemu dengan user yang masih awam.. jangan sampai terjadi perbedaan penafsiran antara user dan BA. Ga bakal beres2 project nya, dan hasilnya…. klien tidak puas..
thx yach..
3.
opus management | July 13, 2010 at 9:36 am
consultant indonesia
4.
bisnis wanita | July 15, 2010 at 1:35 am
mungkin pada artikel yang akan datang mau ditulis lebih detail lagi ya
salam kenal ya