Tips Praktis Memerah, Menyimpan, Memberikan ASI untuk Perempuan Bekerja

December 1, 2008 at 9:45 pm 8 comments

ASI
Memberikan Air Susu Ibu (ASI) adalah obsesi utama bagi setiap perempuan yang telah dianugrahi anak. Namun, buat perempuan bekerja, memberikan ASI jelas membutuhkan perjuangan tersendiri. Pemicu utamanya adalah waktu bersama bayi yang terbatas. Jika tetap bersikukuh menghindarkan bayinya dari susu formula, perempuan karir jelas perlu mengetahui teknik-teknik memerah, menyimpan serta memberikan ASI yang tidak diberikan langsung dari payudara.

Berikut tips-tips praktis yang dapat dijadikan panduan ibu bekerja agar tetap dapat memberikan ASI pada bayinya kendati ia tak bisa terus menerus bersama anaknya.

Persiapan Dasar Sebelum Memerah Susu :
1. Pilih waktu dimana payudara dalam keadaan yang paling penuh terisi, pada umumnya terjadi di pagi hari
2. Semua peralatan yang akan digunakan telah disterilkan terlebih dahulu. Breast pump sebaiknya dibersihkan segera setelah digunakan agar sisa susu tidak mengering dan menjadi sulit dibersihkan
3. Pilih tempat yang tenang dan nyaman pada saat memerah susu, tempat yang ideal seharusnya dimana ibu tidak terganggu oleh suara bel pintu atau telepon masuk. Di tempat kerja, mungkin bisa di meeting room yg kosong, toilet, dan lain-lain.
4. Cuci tangan dengan sabun sedangkan payudara dibersihkan dengan air
5. Sebelum memulai, minumlah segelas air atau cairan lainnya, misalnya: susu, juice, decaffeinated tea/coffee, atau sup, disarankan minuman hangat agar membantu menstimulasi payudara.
6. Usahakan untuk relax, kalau bisa dengan kaki yg diangkat
7. Kompres payudara kira2 5-10 menit, atau mandi air hangat sambil memijat payudara membantu agar air susu dapat keluar dengan lancar
8. Bila masih kesulitan bisa meminta oxytocin pada dokter.
Lama penyimpanan ASI setelah diperah
-Jika ruangan tidak ber-AC, disarankan tidak lebih dari 4 jam.
– Namun, jika ruangan ber-AC, bisa sampai 6 jam.
Namun, perlu diingat suhu ruangan tersebut harus stabil. Misalnya ruangan ber-AC, tidak mati sama sekali selama botol ASI ada di dalamnya.
– Segera simpan ASI di lemari es setelah diperah. ASI ini bisa bertahan sampai delapan hari dalam suhu lemari es. Syaratnya, ASI ditempatkan dalam ruangan terpisah dari bahan makanan lain yg ada di lemari es tsb.
– Jika lemari es tidak memiliki ruangan terpisah untuk menyimpan botol ASI hasil pompa, maka sebaiknya ASI tersebut jangan disimpan lebih dari 3 x 24 jam.
-Ibu juga dapat membuat ruangan terpisah dengan cara menempatkan botol ASI dalam container plastik yang tentunya dibersihkan terlebih dahulu dengan baik.
– ASI hasil pompa dapat disimpan dalam freezer biasa sampai tiga bulan. Namun jangan menyimpan ASI ini di bagian pintu freezer, karena bagian ini yang mengalami perubahan dan variasi suhu udara terbesar.
Jika Ibu kebetulan memiliki freezer penyimpan daging yang terpisah atau deep freezer yang umumnya memiliki suhu lebih rendah dari freezer biasa, maka ASI hasil pompa/perasan bahkan dapat disimpan sampai dengan enam bulan di dalamnya.
Cara menyimpan ASI hasil pompa atau perasan
– Simpan ASI dalam botol yang telah disterilkan terlebih dahulu
– Botol yang paling baik sebetulnya adalah yang terbuat dari gelas atau kaca.
-Jika terpaksa menggunakan botol plastik, pastikan plastiknya cukup kuat (tidak meleleh jika direndam dalam air panas).
-Jangan pakai botol susu berwarna atau bergambar, karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas.
-Jangan lupa bubuhkan label setiap kali Ibu akan menyimpan botol ASI, dengan mencantumkan tanggal dan jam ASI dipompa atau diperas.
– Simpan ASI di dalam botol yang tertutup rapat, jangan ditutup dengan dot. Karena masih ada peluang untuk berinteraksi dengan udara.
– Jika dalam satu hari Ibu memompa atau memeras ASI beberapa kali, bisa saja Asi itu digabungkan dalam botol yang sama. Syaratnya, suhu tempat botol disimpan stabil, antara 0 s/d 15 derajat Celcius. – Penggabungan hasil simpanan ini bisa dilakukan asalkan jangka waktu pemompaan/pemerasan pertama s/d terakhir tidak lebih dari 24 jam.
Cara memberikan ASI yang sudah didinginkan pada bayi?

    – Panaskan ASI dengan cara membiarkan botol dialiri air panas yang bukan mendidih yang keluar dari keran
    – Atau merendam botol di dalam baskom atau mangkuk yang berisi air panas atau bukan mendidih
    – Jangan sekali-sekali memanaskan botol dengan cara mendidihkannya dalam panci, menggunakan microwave atau alat pemanas lainnya, kecuali yang memang didesain untuk memanaskan botol berisi simpanan ASI
    – Ibu tentunya mengetahui berapa banyak bayi Ibu biasanya sekali meminum ASI. Sesuaikanlah jumlah susu yang dipanaskan dengan kebiasaan tsb. Misalnya dalam satu botol Ibu menyimpan sebanyak 180 cc ASI tetapi bayi Ibu biasanya hanya meminum 80, jangan langsung dipanaskan semua.
    – Ingat susu yang sudah dipanaskan tidak bisa disimpan lagi!

Indikator ASI basi
-Sebenarnya jika Ibu mengikuti pedoman pemompaan/pemerasan ASI dan penyimpanan yang baik, ASI tidak akan mungkin basi. Terkadang memang setelah disimpan atau didinginkan akan terjadi perubahan warna dan rasa, tapi itu tidak menandakan bahwa ASI sudah basi. Asalkan Ibu berada dalam keadaan bersih ketika memompa atau memeras, menyimpan ASI dalam botol yang steril dan tertutup rapat, dalam jangka waktu tepat dan saat memanaskan juga mengikuti petunjuk, ASI akan terjaga dalam kondisi yang baik.
– Dibandingkan susu formula, ASI lebih tahan lama. Pada saat berinteraksi dengan udara luar, biasanya yang terjadi bukan pembusukan ASI tetapi lebih merupakan berkurangnya khasiat ASI, terutama zat yang membantu pembentukan daya imun bayi.
di kutip dari www.pdpersi.co.id

Entry filed under: Kesehatan. Tags: .

Kode Segitiga Produk Plastik, WASPADA!!! Haruskah Mengganti Sholat yang Kita Tinggalkan?

8 Comments Add your own

  • 1. langkahdaud  |  December 4, 2008 at 3:01 pm

    ma..serasa udah jadi ibu2 ajah, ngasih tips memerah ASI.heehhehe….tapi gpp jadi untung buatku yang baru aja jadi ibu..
    ehmm..mungkin bagi yang butuh informasi tentang memerah ASi, coba aja dicari tentang teknik marmet..disarankan jangan merah pake POMPA!!merusak payudara..aku udah jadi korban:((.jadi jangan dilakukan yah teman2.
    oya sukses ya buat blog nya…terus tambah infonya biar bisa nambah ilmu juga buat yang laen..thx yoo

    Reply
  • 2. Mama J&J  |  January 7, 2009 at 8:40 pm

    Mbak, sharing dunk breast pump merusak payudara itu seperti apa? Karena ada yang bilang bikin bentuknya rusak, ada yang bilang bikin asi kering, tapi ada juga yang menyanggah, katanya malah asi makin banyak. Aku bentar lagi perlu memerah asi karena cuti akan habis, tapi klo perah pake tangan selain takut kurang hiegenis karena asi belepotan ke jari2, juga asi banyak yang menetes di luar botol. Mungkin aku kurang tahu tehniknya ya. Boleh ya sharing …. tengkyu …

    Reply
  • 3. langkahdaud  |  January 24, 2009 at 5:22 pm

    @mama J&J : bentuk putingnya jadi keluar gitu kalo pake pompa,trus putingnya jadi agak putus gitu..tapi alhamdulillah sekarang keluarnya asi saya tetep banyak..kalo misal mo pake pompa, coba aja yang merk pigeon, katanya banyak yang berhasil harganya sekitar 300rb.kalo pake tangan lebih murah dan praktis kok, cuman agak pegel dikit:D..disiapin air anget aja,jadi tiap kena asi langsung dilap pake kapas dicelupin air anget aja lebih steril daripada washlap..kalo mau tekniknya memerah,coba search aja teknik marmet..dan coba mama j&j ikutan milis asiforbaby juga, biar bisa tau banyak info..sukses ya..maap baru bales..

    Reply
  • 4. Rahmat Miftahul Habib  |  February 7, 2009 at 6:37 am

    haduh.. haduh.. saya co blh ikut baca kan ^_^
    sapa tahu tar klo udah punya istri ntar wkwkwk😀

    Reply
  • 5. ika  |  October 1, 2009 at 5:45 pm

    kok klo memeras pake pumps setelahnya nyeri pedes-pedes gitu rasanya…emang seperti itu ya\??

    Reply
  • 6. maria  |  October 5, 2009 at 12:25 pm

    saya wanita pekerja,dikantor saya tidak ada lemari es.saya iniin bisa memberikan asi kepada anak saya..apa bisa asi ditaruh ditermos yang diisi dengan es batu..kan sama22 dingin..kalau asi normalnya tahan berapa jam?kalau ditaruh di lemari es tahan berapa jam?thx

    Reply
  • 7. aiep  |  April 26, 2013 at 6:32 pm

    Terima kasih banyak untuk infonya.. Sangat membantu dan menambah kami informasi soal proses pemerasan atau pemompaan dan proses penyimpanan ASI yang baik.

    Warm regards,

    Aiep

    Reply
  • 8. retno  |  April 27, 2014 at 7:13 pm

    Terima kasih atas sarannya langsung dipraktekin

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


About Me

Seorang Istri , Seorang Ibu. owner www.TokobajuMuslimah.com

Pusat Busana Muslimah


%d bloggers like this: