INTI CINTA DALAM HIDUP

February 21, 2009 at 8:52 am 3 comments

Pernikahan adalah Seperti Sekolah CintaSaya bahkan memberikan
kriteria pasangan tersebut secara
fisik yang selama ini saya impikan.
Terlalu mengejar kesempurnaan.

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa
kepada Tuhan untuk memberikan saya
pasangan, “Engkau tidak memiliki
pasangan karena engkau tidak
memintanya”, Tuhan menjawab.

 Sejalan dengan berlalunya waktu,saya
menambahkan daftar kriteria yang saya
inginkan dalam pasangan saya. Suatu
malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam
hati saya, “HambaKu, Aku tidak dapat
memberikan apa yang engkau inginkan.”

Saya bertanya, “Mengapa Tuhan?” dan
Ia! menjawab, “Karena Aku adalah Tuhan
dan Aku adalah Adil. Aku adalah
Kebenaran dan segala yang Aku lakukan
adalah benar.”

Aku bertanya lagi, “Tuhan, aku tidak
mengerti mengapa aku tidak dapat
memperoleh apa yang aku pinta dariMu?”

Jawab Tuhan, “Aku akan menjelaskan
kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan
dan ketidakbenaran bagiKu untuk
memenuhi keinginanmu karena Aku tidak
dapat memberikan sesuatu yang bukan
seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu
untukmemberikan seseorang yang penuh
dengan cinta dan kasih kepadamu jika
terkadang engkau masih kasar; atau
memberikan seseorang yang pemurah
tetapi engkau masih kejam; atau
seseorang yang mudah mengampuni,
tetapi engkau sendiri masih suka
menyimpan dendam; seseorang yang
sensitif, namun engkau sendiri
tidak…”

Kemudian Ia berkata kepada
saya, “Adalah lebih baik jika Aku
memberikan
kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat
menumbuhkan segala kualitas yang
engkau cari selama ini daripada
membuat engkau membuang waktu mencari
seseorang yang sudah mempunyai semua
itu. Pasanganmu akan berasal dari
tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan
melihat dirimu sendiri di dalam
dirinya dan kalian berdua akan menjadi
satu. Pernikahan adalah seperti
sekolah, suatu pendidikan jangka
panjang. Pernikahan adalah tempat
dimana engkau dan pasanganmu akan
saling menyesuaikan diri dan tidak
hanya bertujuan untuk menyenangkan
hati satu sama lain, tetapi untuk
menjadikan kalian manusia yang lebih
baik, dan membuat suatu kerjasama yang
solid.
Aku tidak memberikan pasangan yang
sempurna karena engkau tidak sempurna.
Aku memberikanmu seseorang yang dapat
bertumbuh bersamamu”.

Ini untuk : yang baru saja menikah,
yang sudah menikah, yang akan menikah
dan yang sedang mencari, khususnya
yang sedang mencari.

J I K A……..

Jika kamu memancing ikan…..
Setelah ikan itu terikat di mata kail,
hendaklah kamu mengambil
Ikan itu…..
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia
semula ke dalam air begitu saja….
Karena ia akan sakit oleh karena
bisanya ketajaman mata kailmu dan
mungkin ia akan menderita selagi ia
masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi
banyak pengharapan kepada
seseorang… .
Setelah ia mulai menyayangimu
hendaklah kamu menjaga hatinya…..
Janganlah sesekali kamu
meninggalkannya begitu saja……
Karena ia akan terluka oleh kenangan
bersamamu dan mungkin tidak dapat
melupakan segalanya selagi dia
mengingat… . ..

Jika kamu menadah air biarlah berpada,
jangan terlalu mengharap pada
takungannya dan janganlah menganggap
ia begitu teguh……cukuplah sekadar
keperluanmu. ……
Apabila sekali ia retak……tentu
sukar untuk kamu menambalnya
semula……
Akhirnya ia dibuang….. .
Sedangkan jika kamu coba
memperbaikinya mungkin ia masih dapat
dipergunakan lagi…..

Begitu juga jika kamumemiliki
seseorang, terimalah seadanya…. . .
Janganlah kamu terlalu mengaguminya
dan janganlah kamu menganggapnya
Begitu istimewa…. .
Anggaplah ia manusia biasa.
Apabila sekali ia melakukan kesilapan
bukan mudah bagi kamu untuk
menerimanya. ….akhirnya kamu kecewa
dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh
jadi hubungan kamu akan terus
Hingga ke akhirnya…. .

Jika kamu telah memiliki sepinggan
nasi…..yang pasti baik untuk dirimu.
Mengenyangkan. Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, coba mencari
makanan yang lain….
Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu
tidak boleh memakannya. kamu akan
menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu
dengan seorang insan….yang membawa
kebaikan kepada dirimu. Menyayangimu.
Mengasihimu. Mengapa kamu berlengah,
coba bandingkannya dengan yang lain.

Tidak hanya saya meminta kepada
Tuhan,seraya menjelaskan kriteria
pasangan yang saya inginkan. Saya
menginginkan pasangan yang baik
hati,lembut, mudah mengampuni, hangat,
jujur, penuh dengan damai dan
sukacita, murah hati, penuh
pengertian, pintar, humoris,
penuhperhatian.

 Di kutip dari sini

Entry filed under: Diary Kecil. Tags: .

Susah bersyukur Tentang Tiga hal

3 Comments Add your own

  • 1. Dhanang Sukmana Adi  |  February 21, 2009 at 9:04 am

    Hmm..Nasihat Yang Bagus Untuk Kita Ma..
    Semua Itu Pelajaran Cinta Buat Kita, Kadang Mudah Kadang Ada Yang Sulit
    Sprti waktu kita skripsi dulu, kadang menemui 1 hal yang gak bisa kerjakan tapi nggak mungkin kan kita meninggalkan Judul Skripsi kita lg….kita pasti mulai dari awal lg….SEMANGAT YA DENGAN CINTA…

    Reply
  • 2. Novi anto  |  February 3, 2010 at 5:36 pm

    hemmm…….ada sedikit pencerahan ini, namu salahkah bila kita mencari kesempurnaan???????

    Reply
  • 3. alex millano  |  May 27, 2011 at 5:48 pm

    sungguh sngt keren sekali nich..mantap..abizz….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


About Me

Seorang Istri , Seorang Ibu. owner www.TokobajuMuslimah.com

Pusat Busana Muslimah


%d bloggers like this: